Permainan Kucing dan Tikus, Eksis di Anak Pramuka

Advertisement

Ads

Permainan Kucing dan Tikus, Eksis di Anak Pramuka

Unzilatur Rahmah
Sabtu, 17 Januari 2015

Permainan Kucing dan Tikus merupakan permainan yang bisa dimainkan orang dengan jumlah banyak. Semakin banyak yang bermain, permainan kucing dan Tikus akan semakin seru. Namun saat ini, permainan tersebut hanya eksis di kalangan anak pramuka. Sedangkan di lingkungan sosial anak-anak secara umum, jarang ada yang mau memainkannya.

Permainan kucing dan tikus merupakan permaian yang menuntut kekompakan dan kerjasama tim. Permainannya ialah sebagai berikut:

1. Tim terlebih dahulu menentukan siapa yang akan jadi kucing. Bisa dengan cara memilih lidi. Tim mengambil lidi sebanyak tim yang ada. Satu lidi dipatahkan tidak sampai putus. Salah satu anak memegang lidi. Semua anak mengambil lidi, dan yang memegang lidi mengambil paling terakhir. Yang mendapat lidi patah, dia yang menjadi kucing. Begitu pula untuk menentukan siapa yang akan menjadi tikus.

2. Anak yang tidak menjadi tikus atau kucing, membentuk lingkaran dengan tangan saling berpegang erat. Istilahnya membentuk pertahanan untuk tikus.

3. Selanjutnya anak yang menjadi Kucing mengejar anak yang menjadi Tikus sampai bisa menyentuhnya. Sedangkan anak yang menjadi tikus menghindar sebisa mungkin. Bisa berlarian di luar lingkaran. Bisa juga menghindar di dalam lingkaran. Semakin banyak anak yang bermain, semakin besar lingkaran yang terbentuk. Semakin susah pula si Kucing untuk menangkap Tikus.

4. Jika Tikus masuk ke dalam lingkaran, anak yang membentuk lingkaran berusaha mencegah Kucing agar tidak masuk ke dalam lingkaran.

5. Jika Tikus sudah tertangkap oleh kucing, maka posisinya diganti. Si Kucing menjadi Tikus, dan si Tikus menjadi Kucing. Jika sudah tertangkap, permainan pun selesai. Bisa dimulai dari awal lagi.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Saiful/EMC