Perempuan Dalam Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Perempuan Dalam Masyarakat Madura

Unzilatur Rahmah
Kamis, 01 Januari 2015

Perempuan Madura dari kecil sudah mendapat nilai lebih dibandingkan laki-laki. Entah itu dari sudut pandang positif maupun negatif.

Misalnya, dari usia remaja saja, perempuan Madura – mungkin ini juga berlaku di daerah seluruh Indonesia – banyak sekali pantangannya. Tidak boleh makan sambil berjalan di tengah jalan, tidak boleh nongkrong di pinggir jalan, tidak boleh diam di pintu, dan masih banyak lagi larangan yang lainnya.

Selain itu, anak perempuan adalah mahkota kehormatan keluarga. Jika anak gadis berbuat hal-hal memalukan, makan keluarga akan tercoreng nama baiknya. Misalnya, ketahuan berbuat mesum atau hamil di luar nikah. Maka keluarga ibarat menjadi penampungan kotoran. Bandingkan saja dengan anak laki-laki. Tidak ada anak laki-laki tidak diakui sebagai anak lantaran menghamili anak gadis orang.

Namun dibalik itu semua, perempuan Madura adalah perempuan yang hebat. Pernah kah pembaca melihat perempuan menjadi tulang punggung rumah tangga selain di pulau Madura. Memang tidak semua. Tapi mayoritas perempuan Madura yang sudah menikah, biasanya secara sadar dan penuh tanggung jawab, turut serta membantu menambah pemasukan keuangan rumah tangga. Mulai dari membantu suami bercocok tanam, beternak dan berdagang. Bagi perempuan Madura kebanyakan, pantang hukumnya berpangku tangan hanya menghabiskan uang belanja.

Bahkan ada beberapa pasangan suami istri, yang suami justru santai-santai saja, sedangkan istri berangkat menjadi TKW ke luar negeri. Memang ini hanya sebagian kecil. Namun ini membuktikan bahwa perempuan Madura adalah tipe pekerja keras. Bahkan meski jenis pekerjaannya adalah pekerjaan kasar. Sehingga, selain mengurus anak, suami dan rumah, perempuan Madura masih bekerja mencari uang juga.

Ada sih beberapa perempuan Madura yang pemalas, bisanya hanya bersolek, dan menghabiskan uang belanja. Tapi ini biasanya terjadi pada mereka yang sejak kecil sudah dimanja oleh kedua orang tuanya.

Ada juga yang hampir dalam setiap pekerjaan rumah tangga, selalu mengandalkan orang lain. Dan ada saja orang yang mau disuruh oleh perempuan Madura jenis ini tanpa dibayar. Biasanya ini terjadi pada keluarga-keluarga kiayi. Nah, Anda termasuk jenis perempuan Madura kebanyakan apa tidak nih ?


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Saiful/EMC