Maulid Nabi di Madura, Identik dengan Buah

Advertisement

Ads

Maulid Nabi di Madura, Identik dengan Buah

Unzilatur Rahmah
Senin, 19 Januari 2015

Selama Bulan Rabiul Awal, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madura terus berlangsung di beberapa penjuru Madura. Bulan maulid juga memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang. Harga dan permintaan konsumen di bulan Rabiul Awal memang meningkat. Salah satunya ialah harga dan permintaan buah.

Beragam cara melaksanakn perayaan Maulid Nabi di Madura, mulai di Masjid, Langgar, Mushalla hingga di rumah masing-masing warga. tergantung adat masing-masing daerah yang ada di empat Kabupaten Madura.

Di Madura, perayaan Maulid biasanya identik dengan buah-buahan. Sajian untuk para undangan dalam acara Maulid seperti ‘harus’ ada buahnya. Minimal satu buah. Sehingga tidak heran kalau harga buah di Bulan Rabiul Awal cukup tinggi.

Begitu pula dengan acara Maulid yang tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal yang diadakan di masjid-masjid, langgar dan mushalla. Masyarakat setempat, selain membawa nasi, lauk dan kue, buah-buahan pun tak ketinggalan.

Agar acara Maulid Nabi tidak bentrok, jadi setiap harinya selama bulan Rabiul Awal acara tersebut diadakan secara bergantian antara rumah warga, Masjid, dan Langgar.

Untuk Maulid Nabi di rumah-rumah, untuk isian "berkat" atau makanan suguhan tergantung dari tuan rumah yang mengadakan acara Maulid Nabi.

Buah yang dibawa ke Masjid /disajikan di rumah masyarakat juga cukup beragam. Mulai dari buah yang mudah didapat di Madura seperti Pisang, Rambutan, Semangka dan Salak. Pada dasarnya, buah yang disuguhkan pada acara Maulidur Rosul tidak mengikat. Bisa buah apa saja misalkan apel, jeruk anggur dan buah lainnya yang bisa dihidangkan dipiring dan dimasukkan kedalam "berkat".




Author : Unzilatur Rahmah