Masyarakat Madura dan Hari Baik

Advertisement

Ads

Masyarakat Madura dan Hari Baik

Senin, 19 Januari 2015

Salah satu kepercayaan masyarakat Madura yang hingga kini belum sepenuhnya terkikis era modern ialah kepercayaan terhadap hari baik. Setiap akan melakukan sesuatu yang dianggap cukup penting, orang Madura biasanya akan mencari hari baik. Seperti saat akan melamar kekasihnya, menikah, membangun rumah, dapur, kandang dan lainnya, termasuk juga jika ingin meresmikan suatu usaha.

Hari baik memang belum sepenuhnya lepas dari masyarakat Madura yang notabene merupakan masyarakat muslim. Bahkan tokoh agama merupakan tempat bertanya tentang hari baik. Tokoh agama setempat biasanya menggunakan perimbon jawa untuk menentukan hari baik. Perhitungan yang digunakan biasanya selain hari, juga pasaran atau wuku, tanggal, dan perhitungan jamnya. Sedangkan perhitungan untuk menentukan hari baik jika ingin menikah, selain menggunakan unsur-unsur tadi, juga menggunakan nama dan tanggal lahir kedua mempelai yang akan menikah.

Sebetulnya, dalam Islam tidak mengenal ajaran mencari hari baik untuk melakukan hal yang cukup penting. Semua hari itu baik. Meski demikian ada ketentuan secara umum yang dijelaskan dalam kitab klasik tentang hari baik untuk aktivitas tertentu. Misalnya, kalau ingin mengawali mencari ilmu, maka hari terbaik adalah Hari Rabu. Juga bagi pasangan suami istri yang sedang menjalani program kehamilan, maka hari baik untuk melakukan hubungan suami istri ialah Senin, Kamis dan Jum’at.

Anda para pembaca setia kami, masihkah percaya dengan hari baik berdasarkan primbon ? Kalau penulis sendiri, antara percaya dan tidak. Dibilang percaya, tidak ada bukti konkret. Dibilang tidak, keluarga pasti memilihkan hari baik untuk saya jika hendak melakukan hal yang cukup penting. Misalnya dulu pas mau berangkat kost pertama kali saat awal kuliah.


Author : Unzilatur Rahmah