Lè’-Sellè’, Kebiasaan Baik atau Burukkah ?

Advertisement

Ads

Lè’-Sellè’, Kebiasaan Baik atau Burukkah ?

Unzilatur Rahmah
Sabtu, 17 Januari 2015

Salah satu kebiasaan perempuan Madura dalam kesehariannya ialah Lè’-Sellè’. Lè’-Sellè’ ialah aktivitas mencari kutu rambut atau uban orang lain. Bagi penulis, aktivitas ini merupakan aktivitas perempuan yang kurang kerjaan. Karena di waktu senggang, perempuan Madura akan bermain ke rumah tetangganya, kemudian mencari kutu atau mencabut uban tetangganya tersebut. Atau sebaliknya, meminta tolong kepada tetangganya untuk dicarikan kutu rambutnya atau mencabutkan uban miliknya.

Belum lagi kalau diselingi dengan aktivitas nge-rumpi. Maka Lè’-Sellè’ akan menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan dan tak ada habisnya. Seperti sayur diberi bumbu dan garam yang pas.

Kalau dilihat dari sisi positif, Lè’-Sellè’ sebetulnya bisa menjadi ajang silaturrahim dengan tetangga. Apalagi masih membantu tetangga untuk membersihkan kutu rambutnya. Kalau mencabut uban ? Yang jelas, dari ujung barat sampai ujung timur dunia, masyarakat Muslim pasti tahu kalau hukum mencabut uban itu haram.


Sayangnya, aktivitas Lè’-Sellè’ dinodai dengan agenda mencabut uban dan nge-rumpi. Membicarakan kejelekan tetangga, bahkan keluarganya sendiri. Bukan curhat loh ya, tapi ‘nge-rumpi’. Untungnya, seiring dengan perkembangan zaman, aktivitas Lè’-Sellè’ sudah jarang dilakukan. Sehingga mengurangi porsi aktivitas nge-rumpi kaum perempuan Madura. 

Sayangnya, ya itu. Masyarakat sudah semakin jarang bersilaturrahim dengan tetangganya karena kesibukan masing-masing.

Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Saiful/EMC