Kekeluargaan dalam Tanèan Lanjhang Kini Hampir Punah

Advertisement

Ads

Kekeluargaan dalam Tanèan Lanjhang Kini Hampir Punah

Unzilatur Rahmah
Kamis, 01 Januari 2015

Salah satu adat dalam masyarakat Madura yang memang asli milik orang Madura adalah Tanèan Lanjhang. Tanèan Lanjhang merupakan tradisi dimana seluruh keluarga besar Madura bertempat tinggal dalam satu kelompok rumah. Posisi rumah berjejer di pinggir kanan-kiri. Sehingga membentuk halaman rumah yang memanjang. Terdiri dari beberapa keluarga. Tergantung banyaknya ikatan kekeluargaan yang ada. Biasanya berkisar 5-15 kepala keluarga.

Kalau dulu, ujung paling barat Tanèan Lanjhang terdapat Kobhung atau Langgar yang biasa ditempati shalat. Terdapat pula sumur timba sebagai sumber air dalam Tanèan Lanjhang tersebut. Namun pada masa sekarang, Tanèan Lanjhang yang ada tidak selalu terdapat Langgar dan sumur ember.

Namun masih ada sekelompok rumah yang terdiri dari keluarga besar. Biasanya satu keturunan dari satu kakek buyut. Namun sayangnya, ikatan kekeluargaan dalam Tanèan Lanjhang yang ada sekarang tidak seperti dulu. Tak sedikit dari masing-masing keluarga berkonflik hanya karena sejengkang tanahnya ditempati bangunan milik tetangganya yang masih keluarga. Itu semua akibat kehidupan yang membuat masyarakat semakin tamak.

Filosofi Tanèan Lanjhang yang tidak ingin menghilangkan sedikit pun ikatan kekeluargaan telah berubah. Ikatan kekeluargaan yang seharusnya terjadi berganti menjadi permusuhan, saling iri dan dengki. Kalau sudah seperti ini yang terjadi, nilai-nilai kekerabatan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Madura berarti mulai ditinggalkan. Dan tugas generasi selanjutnya lah untuk memperbaikinya dan mengembalikannya ke nilai-nilai semula.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Saiful/EMC