Arsitektur Madura Kuno Pada Masjid Agung Sumenep

Advertisement

Ads

Arsitektur Madura Kuno Pada Masjid Agung Sumenep

Unzilatur Rahmah
Rabu, 07 Januari 2015

Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu bangunan yang dipertahankan keasliannya hingga sekarang. Meski telah melewati beberapa tahap renovasi, arsitekturnya masih tetap hingga saat ini. Selain Masjid Sumenep, bangunan yang juga tetap dipertahankan adalah Keraton Sumenep yang saat ini digunakan sebagai kantor Bupati Sumenep.

Masjid Agung Sumenep terletak menghadap taman Adipura Sumenep. Terletak di Kec. Kota Sumenep. Dibangun pada masa Adipati Pangeran Natakusuma 1 yang berjuluk Panembahan Somala. Arsitek pembangunan masjid adalah Lauw Piango, seorang berkebangsaan Cina yang menetap di Sumenep pada saat itu. Pembangunan dimulai tahun 1779 M, dan selesai pada tahun 1787 M.

Arsitektur Masjid Agung Sumenep merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Madura, Eropa dan Cina. Bagian badan masjid menampilkan ciri khas perumahan Jawa. Sedangkan pintu gerbangnya terlihat ciri khas arsitektur cina. Minaret yang terdapat di sebelah barat Masjid merupakan pengaruh arsitektur Eropa atau Portugis. Minaret tersebut menjulang setinggi 50 m. Pewarnaan pada bagian pintu dan jendela kental dengan arsitektur Madura.

Dari perpaduan beberapa arsitektur tersebut, tak heran jika sampai detik ini, arsitektur Masjid Agung Sumenep masih dipertahankan.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Ahmad/eMadura.com