Tradisi Nyalasè Tiap Hari Besar Islam Dalam Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Tradisi Nyalasè Tiap Hari Besar Islam Dalam Masyarakat Madura

Kamis, 01 Januari 2015

Hukum ziarah kubur pernah diharamkan oleh Rasulullah. Namun kemudian diperbolehkan kembali selama tidak membawa mudharat. Dan tahukah Anda ? Masyarakat Madura memiliki kebiasaan berziarah ketika hari raya, dan perayaan Islam lainnya. Momen yang terjadi satu tahun tersebut digunakan oleh masyarakat Madura untuk mendo’akan orang tua dan kerabatnya yang sudah meninggal.

Hal-hal yang dilakukan saat Nyalasè, sama dengan adab-adab ziarah kubur dalam Islam. Panggil salam, lepaskan sandal, bersihkan makam, dan mendo’akan orang yang sudah meninggal. Sedangkan dalam menabur bunga dan menyiram makam, masyarakat Madura mengikuti hukum yang ‘menganjurkan’. Ini adalah hal yang wajar karena mayoritas masyarakat Madura mengikuti paham Aswaja ala Nahdhatul Ulama. Dan semua ulama NU menganjurkan menabur bunga atau daun yang masih segar ketika berziarah atau Nyalasè.

So, jangan heran jika Anda mengetahui salah satu agenda masyarakat Madura ketika hari besar Islam adalah Nyalasè. Karena tradisi tersebut hampir menjadi sebuah kewajiban tak tertulis bagi masyarakat Madura. Sehingga jika ada orang yang sempat pergi berwisata ke tempat-tempat wisata, tapi tidak sempat Nyalasè saat hari raya, maka ia dianggap sebagai orang yang kurang ajar.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Saiful/EMC