Ragam Bahasa Enje’-Iyeh dan Penggunaanya

Advertisement

Ads

Ragam Bahasa Enje’-Iyeh dan Penggunaanya

Sabtu, 27 Desember 2014


Bahasa Enje’-Iyeh merupakan salah satu jenis Bahasa Madura kasar jika dibandingkan dengan Bahasa Ènggi-Bhunten. Penggunaan Bahasa Enje’-Iyeh biasanya dalam percakapan sehari dengan teman,  kerabat, dan orang yang sederajat. Termasuk juga digunakan di pasar, jalan, dan sebagainya. Meski demikian ada juga masyarakat yang biasa berbahasa halus Ènggi-Bhunten dalam kehidupannya sehari-hari.

Bahasa Enje’-Iyeh dilarang sekali digunakan kepada orang yang wajib dihormati secara normatif. Seperti kepada guru, kiayi, tokoh masyarakat, dan orang yang tidak dikenal. Jika menggunakan bahasa Enje’-Iyeh kepada orang-orang tersebut, Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak memiliki sopan santun. Untuk orang tua ? Ada beberapa yang menggunakan bahasa Enje’-Iyeh, ada juga yang menggunakan Bahasa Ènggi-Bhunten.

Selain itu, penggunaan Bahasa Enje’-Iyeh juga berbeda-beda antar kabupaten. ‘Kamu’ dalam masyarakat Sumenep adalah ‘be’na’. Dalam Bahasa Madura Pamekasan ‘be’en’. Dalam Bahasa Madura Sampang ‘kakèh’. Dan dalam Bahasa Madura Bangkalan ‘hèdeh’. Dari segi lafal dan nada, Bahasa Madura Sumenep memiliki logat dan lafal yang paling halus. Nadanya sedikit melandai di belakang pengucapan. Dan lafalnya sulit sekali menggunakan ‘h’ di bagian akhir kata.


Kata ‘h’ dalam Bahasa Madura menunjukkan khas ketegasan dalam diri masyarakat Madura. Tentu itu tidak begitu berlaku bagi masyarakat Madura Sumenep, terutama Sumenep bagian timur. Nah.. apakah Anda termasuk masyarakat Madura Sumenep ? Pamekasan ? Sampang ? atau Bangkalan ? Kenali daerahmu, kenali bahasamu. Atau Anda orang luar Madura yang ingin belajar Bahasa Madura ? Silakan bermain ke Madura.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Saiful/EMC