Nasi Ketan Masak Santan dengan Taburan Parutan Kelapa

Advertisement

Ads

Nasi Ketan Masak Santan dengan Taburan Parutan Kelapa

Minggu, 14 Desember 2014

Selain jagung dan beras, Ketan juga merupakan jenis makanan pokok. Meski harga yang tidak tergolong murah, Ketan masih menjadi bahan makanan pokok yang cukup diminati oleh masyarakat Madura. Untuk mensiasati harganya yang mahal, untuk mengolah nasi Ketan biasanya dicampur dengan beras dengan perbandingan 2 : 1. Misalnya ¼ gantang Ketan, dicampur dengan 1/8 gantang beras.

Nasi Ketan merupakan menu yang cukup populer, terutama saat bulan puasa. Biasanya dijadikan sebagai menu berbuka. Bahkan ada beberapa orang Madura yang tidak bisa ketinggalan nasi Ketan selama bulan puasa. Pada malam bulan puasa tanggal 27 Ramadhan, ada istilah plotanan. Yang artinya, di malam tanggal 27 Ramadhan, adalah waktu berbagi makanan, terutama Ketan atau Plotan. Meski tidak semua keluarga membawa Nasi Ketan untuk dimakan bersama seusai shalat Tarawih.

Selain bulan puasa, saat membangun bangunan (rumah, dapur, dsb), rumah tangga yang menyediakan makan untuk para pekerja biasanya, menjadikan nasi Ketan sebagai menu sarapan pagi untuk para pekerja.

Membuat Nasi Ketan sebetulnya cukup mudah. Ketan yang sudah dicampur dengan beras sebagaimana petunjuk di atas, dibasuh lalu direndam selama 4-6 jam. Usai direndam, angkat dan tiriskan. Setelah itu, dikukus hingga setengah matang atau kata orang Madura rèket. Setelah itu diangkat, lalu dilumaskan dengan santan kental yang sudah diberi sedikit garam (± ½ sendok teh untuk ketan ½ gantang). Banyaknya santan, jika Nasi Ketan yang setengah matang dimasukkan, santannya sedikit di atas ketan. Campur merata biarkan hingga santan meresap. Kemudian kukus lagi hingga matang.


Setelah matang, nasi ketan didinginkan dengan kipas sambil dibolak-balik. Jika sudah dingin, Nasi Ketan siap disajikan dengan ditaburi parutan kelapa di atasnya. Nasi ketan biasanya cocok dinikmati dengan wedang rebusan gula merah. Namun ada beberapa orang yang memakannya bersama ikan tongkol yang sudah digoreng.

Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2014 - Saiful/EMC