Mencicipi Kelezatan Bubur Khas Shafar

Advertisement

Ads

Mencicipi Kelezatan Bubur Khas Shafar

Unzilatur Rahmah
Selasa, 02 Desember 2014

eMadura.com - Tidak hanya di bulan Muharram yang ada tradisi membuat bubur. Di bulan shafar, masyarakat Madura juga memiliki tradisi membuat dan saling berbagi bubur. Bubur khas Shafar ini sering disebut bubur merah putih. Karena memang warnanya yang merah putih. Meski demikian, ada pula bubur Shafar yang melulu merah.

Ini lah alasan bubur Shafar yang biasa dibuat oleh kaum ibu di Pamekasan, Madura. Terdapat dua jenis. Ada yang berbentuk sedikit encer, ada pula yang bundar dan agak kenyal. bubur yang berbentuk sedikit encer berwarna merah putih kita sebut Bubur Shafar type I. Sedangkan Bubur bentuk bundar selanjutnya kita sebut Bubur Shafar type II. Karena cara membuat dua type bubur tersebut berbeda pula. 

Bubur Shafar Type I
Bubur type I merupakan jenis bubur kental. Bukan padat seperti bubur type II. Bahan utamanya, tepung beras 3/4 kg, tepung beras ketan ¼ kg, parutan kelapa ½ biji, 2 liter santan, gula merah ½ kg, garam, gula pasir dan biji mutiara.

Cara membuatnya, bentuk bulat tepung beras ketan yang sudah dicampur dengan parutan kelapa dan sedikit air, menyerupai kelereng. Sambil membulatkan tepung ketan, campur dan didihkan 1.5 liter santan dengan ½ kg gula merah. Jika sudah mendidih selama 10 menit, masukkan tepung beras sebanyak ½ kg bersama bulatan tepung ketan. Aduk hingga merata. Biarkan mendidih kembali sambil lalu diaduk agar tidak menimbulkan kerak di dasar wadah.

Untuk adonan putihnya, campur ¼ kg tepung beras dengan ½ liter santan. Beri sedikit garam agar terasa sedap. Masak pada api kecil hingga tepung betul-betul matang.

Untuk adonan merahnya, cukup ambil sebungkus kecil bubur mutiara. Rebus hingga matang. Setelah matang, tiriskan air lalu beri gula pasir secukupnya.

Jika semua adonan sudah matang, maka bubur Shafar/tajhin polor(Bahasa Madura) Type I ini dapat disajikan seperti berikut:

 
Bubur Shafar Type II
Bahan utamanya untuk 1 kg tepung beras, parutan kelapanya sebanyak 2 butir kelapa. Dan gula merah yang terbuat dari nira sebanyak 1 kg. Sebelum membuat bubur Shafar Type II, sebaiknya tepung beras dikukus terlebih dahulu. Gunanya untuk mempersingkat pengadukan bubur di wajan. 

Cara membuat Bubur Shafar Type II, sambil lalu mengukus tepung, parutan kelapa sudah dicampur dan direbus bersama gula merah dan kurang lebih 1 liter air. Jika parutan kelapa yang diresbus sudah terlihat mengeluarkan minyak, masukkan tepung beras yang sudah dikukus. Aduk merata dengan api sedang di atas tungku. Jika sudah merata, bisa diamkan selama beberapa 10 menit di atas tungku dengan sisa arang. Gunanya agar bubur semakin matang. Setelah 10 menit bubur bisa langsung diangkat dan dibentuk bundar tebal.

Hasilnya seperti di bawah. Ya... tinggal 1 biji buburnya


Jika Anda ingin mencicipnya, dapat membuat sendiri di rumah dengan takaran yang berbeda. Atau jika tidak ingin repot, silakan bermain ke rumah teman atau saudara Madura yang sedang membuat bubur. Karena setiap keluarga biasanya hanya membuat bubur 1x selama bulan Shafar. Bubur tersebut selain dimakan bersama keluarga, juga dibagikan ke tetangga dan kerabat dekat.

Dan ini tajhin Shafar atau tajhin polor dengan warna alami daun pandan.

Tajhin = Bubur