Makna Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora Dalam Prilaku Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Makna Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora Dalam Prilaku Masyarakat Madura

Unzilatur Rahmah
Jumat, 18 September 2015

Jika masyarakat Madura berkunjung atau lewat di depan rumah orang, biasanya mereka mengucapkan Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora. Begitu pula ketika melewati orang yang sedang duduk di pinggir jalan, atau orang bersepeda melewati orang yang sedang berjalan di jalan desa.

Perkataan tersebut sebetulnya hampir sama dengan ‘permisi’ dalam Bahasa Indonesia. Namun tidak ada orang yang mengatakan ‘permisi’ jika sekadar lewat di dekat orang yang duduk atau, orang bersepeda lewat di dekat orang berjalan kaki.

Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora berarti penghormatan terhadap orang yang di- Ghâlânon-in. Selain itu, Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora menunjukkan kualitas pribadi seseorang. Orang yang biasa mengucapkan Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora, dalam kacamata masyarakat dianggap sebagai orang yang memiliki sopan santun. Dan orang yang tidak biasa mengucapkan Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora, dianggap sopan santunnya kurang.

Ghâlânon, Ta’langkong, atau Pangapora bukan kata-kata biasa. Kata-kata tersebut ibarat kata ajaib yang bisa menunjukkan kualitas seseorang. Nah, apakah Anda masyarakat Madura ? Termasuk yang mana nih ? yang biasa mengucapkan Ghâlânon atau tidak ?


Author : Unzilatur Rahmah | Gambar : © 2014 - Ahmad/eMadura.com