Jokotole, Anak Hasil Semedi yang Menjadi Raja Sumenep

Advertisement

Ads

Jokotole, Anak Hasil Semedi yang Menjadi Raja Sumenep

Unzilatur Rahmah
Senin, 08 Desember 2014

Nama Jokotole hingga kini menjadi nama jalan dan sebuah perguruan silat dari Madura. Jokotole merupakan salah satu raja Sumenep pada zaman Majapahit. Yang unik dari Jokotole, ia dilahirkan bukan dari hasil hubungan fisik kedua orang tuanya. Tetapi dari hubungan batin saja. Konon, ibu Jokotole, Potrè Konèng, merupakan cicit dari Pangeran Bukabu. Potrè Konèng merupakan julukan karena warna kulitnya yang kuning langsat. Nama aslinya adalah Dewi Saini.

Kesenangannya bertapa membuat dia bertemu dengan Adipoday dalam semedinya. Adipoday yang juga suka bertapa merupakan Raja Sumenep ke-12 di bawah kerajaan Majapahit. Dari pertemuan di dalam semedi tersebut, Potrè Konèng mengandung dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Jokotole.

Karena tidak ingin menanggung malu, Joktole ditinggalkan di hutan. Jokotole lalu ditemukan oleh Empu Kelleng, dan dibiarkan menyusu pada kerbaunya. Empu Kelleng tinggal di daerah Desa Pakandangan, Kec. Bluto, Sumenep.

Suatu kali, Empu Kelleng bersama empu yang lain dipanggil kerajaan Majapahit, tepatnya oleh prabu Brawijaya VII untuk membuat pintu gerbang dari besi. Pekerjaan membuat pintu gerbang yang sangat berat. Di situ lah Jokotole menjadi pahlawan. Dia menggunakan kekuatan dan kesaktiaanya untuk mengelas dan menegakkan pintu gerbang yang sangat berat itu. Dibantu oleh Adirasa, paman dari ayahnya (Adipoday) yang sebelumnya telah bertemu di pantai Jumiang, Pademawu, Pamekasan.

Dari pekerjaan tersebut, Jokotole diberi hadiah dan diberi kesempatan untuk mengabdi pada kerajaan. Di Majapahit, ia sekaligus mempersunting Dewi Ratnadi. Setelah lama mengabdi di Majapahit, ia kembali ke Sumenep. Bertemu dengan ibunya, Potrè Konèng, lalu diangkat menjadi raja Sumenep. Gelarnya ialah Secodiningrat III.


Jokotole juga memiliki adik dari hasil hubungan yang sama. Namanya Jokowedi. Ia sama-sama putra Potrè Konèng dan Adipoday dari hasil pertemuan dalam semedi.




Author : Unzilatur R