Berwisata Religi Ke Astah Syaichona Cholil Bangkalan

Advertisement

Ads

Berwisata Religi Ke Astah Syaichona Cholil Bangkalan

Senin, 01 Desember 2014

Masjid Syaichona Cholil Bangkalan, Madura. © 2014 eMadura.com/Ahmad
eMadura.com - Syaichona Cholil merupakan salah satu wali Allah yang diberi anugerah ma’unah. Ma’unah merupakan kejadian luar biasa yang diberikan kepada orang yang bertakwa kepada Allah. Karena itu lah ketika wafat sekali pun, banyak sekali masyarakat yang berziarah dan mendo’akan Syaichona Cholil.

Banyak cerita tentang Syaichona Cholil Bangkalan semasa ia hidup. Cerita tersebut kebanyakan berkembang secara lisan. Salah satu cerita yang cukup terkenal adalah, cerita Syaichona Muhammad Cholil yang pergi ke Makkah naik kerocok (bungkus bunga pohon kelapa).

Dalam cerita tersebut, Syaichona Cholil bersama Kiayi Syamsul Arifin sedang asyik berbicang persoalan umat. Karena asyiknya berbincang, mereka berdua lupa kalau belum shalat Ashar. Matahari sudah separuh tenggelam, dan maghrib akan segera tiba. Setelah ingat kalau mereka belum shalat Ashar, perbincangan pun dihentikan. Syaichona Cholil meminta kepada Kiayi Syamsul Arifin untuk mencari Kerocok. Meski dengan penuh tanda tanya, Kiayi Syamsul Arifin mencari Kerocok lalu menyerahkannya kepada Syaichona Cholil. Syaichona Cholil dan Kiayi Syamsul Arifin pun menaiki Kerocok tersebut. Lalu mereka melsat menggunakan Kerocok tersebut menuju Makkah. Di sana mereka Shalat Ashar di awal waktu tepat pada shaf pertama.

Selain itu, banyak lagi cerita-cerita yang berkembang di masyarakat tentang Ma’unah yang diperoleh guru KH. Hasyim As’ari ini. KH. Hasyim As’ari sendiri merupakan tokoh masyarakat pendiri organisasi Nahdhatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur.

Itu lah kenapa para peziarah Astah Syaichona Cholil Bangkalan tidak hanya berasal dari Madura. Tetapi juga dari Jawa. Karena beliau juga menyebarkan ilmunya ke masyarakat Jawa lewat santri-santrinya yang berasal dari Jawa.

Di lokasi makam Syaichona Cholil sudah dibangun masjid megah. Masjid tersebut berarsitektur keemasan. Lokasi Astah berada di pojok kanan bagian belakang masjid. Seperti di tempat-tempat wisata religi kebanyakan. Astah Syaichona Cholil tidak kekurangan air. Peziarah yang ingin mandi sekali pun, bisa melakukannya. Di sebelah utara masjid, di seberang jalan, peziarah bisa berwisata kuliner. Menu utamanya adalah sate Madura. Terdapat Sate kambing dan Sate Ayam. Meski demikian, bagi yang tidak suka sate, ada juga menu lain di depot yang ada.

Untuk tiba di Astah Syaichona Cholil, peziarah hanya menuju ke barat Kota Bangkalan. Tepatnya ke kelurahan Martajasah. Melewati daerah Pesalakan. Tidak ada akses angkutan kota ke lokasi astah. Sehingga kalau tidak ingin lelah karena berjalan, peziarah harus mencarter mobil, naik becak atau membawa kendaraan sendiri.



Author : Unzilatur R
Foto : Ahmad/eMadura.com