Sèkep dan Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Sèkep dan Masyarakat Madura

Unzilatur Rahmah
Kamis, 13 November 2014

eMadura.com - Sèkep merupakan salah satu budaya yang juga hampir punah di Madura. Penyebab utamanya ialah modernisasi. Bagusnya, kekerasan bukan lagi jalan utama yang ditempuh masyarakat untuk menyelesaikan masalah. Sehingga sèkep tidak lagi dibutuhkan. Paling, orang yang memiliki senjata tajam khusus di rumahnya hanya sebagai hiasan atau koleksi. Bukan untuk perlindungan diri. 

Sèkep merupakan senjata tajam yang khusus dipergunakan untuk perlindungan diri dari mara bahaya. Baik itu berupa keris, pisau, atau pun celurit. Sèkep bisa sekadar diletakkan di rumah untuk jaga-jaga, atau dibawa ketika keluar rumah. Terutama di waktu malam hari.

Kebiasaan nyèkep dalam masyarakat Madura sebetulnya berangkat dari paradigma, bahwa kita tidak pernah tahu persis mana teman dan mana musuh. Bisa jadi semua orang tersenyum pada kita. Tapi kita tidak tahu bahwa di antara orang yang tersenyum itu ada orang hatinya menyimpan kebencian. Untuk menjaga diri dari orang yang membenci, masyarakat Madura khususnya laki-laki, memiliki kebiasaan nyèkep. 

Selain modernisasi, kebiasaan nyèkep juga dihapus oleh adanya KUHP tentang kepemilikan senjata tajam. Setiap orang yang memiliki senjata tajam non perabotan rumah tangga harus memiliki izin dari kepolisian. Sebab, pernah ada kasus salah satu warga Pamekasan dikurung selama 3 bulan lantaran ia tertangkap membawa senjata tajam berupa pisau.


Author : Unzilatur R
Foto : ilustrasi