Nuansa Pasir Putih Pantai Krakal

Advertisement

Ads

Nuansa Pasir Putih Pantai Krakal

SAKERA MEDIA
Jumat, 28 November 2014


Pernah ke Pantai Krakal? Saya waktu itu datang kesana untuk pertemuan reuni dengan teman-teman SD. Dengan menaiki bus, kami awalnya menuju ke Baron, lalu menuju ke kukup dan terakhir adalah Krakal. Karena jarak ketiga pantai ini tidak terlalu jauh, jadi kami menikmati tiga pantai sekaligus dalam satu hari. Sesampainya disana, semua seolah bersinar terang karena pantulan dari pasir putih yang menyilaukan. Untung saya telah menyediakan kacamata hitam didalam tas. Hampir sama seperti pantai Kukup, di Pantai Krakal ini juga memiliki pesona karang di sebagian bibir pantainya.
Karena airnya yang sangat jernih, saya bahkan bisa melihat segerombolan ikan hias dengan beraneka bentuk dan warna. Sangat sayang untuk ditangkap, jadi saya hanya melihat-lihat saja. Warna-warna menarik seperti biru berlian, kuning bergaris, dan warna biru bergaris bisa kita temui di pantai ini. Ratusan ikan yang terjebak dalam genangan air diantara karang ini seolah menyambut hadirnya wisatawan yang datang. Disana, Anda juga bisa temui bintang laut yang bergerak kesana kemari seolah mencari tempat aman untuk bersembunyi.
Krakal yang memiliki banyak karang pada deretan pinggir pantainya, menyembunyikan tempat surfing yang menurut para surfer sangat cocok. Saya sendiri yang tidak bisa berselancar lebih memilih melihat dari bibir pantai sambil menikmati pemandangan yang tak habis-habis. Jika Anda adalah surfer yang belum pernah ke pantai Krakal, sebaiknya Anda membawa surfboard sendiri. Karena di pantai yang masih alami ini belum ada persewaan surfboard seperti pantai-pantai yang ada di Bali yang biasa untuk berselancar. Dan untuk menemukan barrel, biasanya peselancar datang di antara bulan Maret dan September.
Seperti di pantai kebanyakan, jajanan khas di pantai ini adalah rempeyek. Berbagai jenis rempeyek disajikan dalam plastik, seperti udang kecil, kepiting, ikan kecil, dan juga umbal. Umbal adalah sejenis hewan laut yang hidupnya menempel pada batu. Untuk mendapatkan umbal, penduduk setempat harus menyelam di pinggir laut yang dangkal. Selain menyelam, beberapa warga juga memancing ikan untuk lauk sendiri maupun untuk dijual.  Biasanya mereka menjual rempeyek dalam kemasan plastik, satu plastik berisi 3 keping bisa kita dapatkan dengan harga Rp1500.
Jika Anda berjalan-jalan di tepi Pantai Krakal ini, saya sarankan untuk memakai alas kaki mengingat pantai ini terdapat banyak karang disepanjang bibir pantainya. Batu-batu karang ini umumnya sangat tajam sehingga bisa melukai kaki jika tidak hati-hati. Bagi Anda yang hobby memancing, tempat ini juga bisa menjadi alternatif karena suasananya tenang dan banyak sekali ikannya. Karena jarak tempuh yang cukup jauh dari Jogja kota, jadi sebaiknya Anda membawa kendaraan pribadi. Sebab, angkutan umum seperti bus, tidak akan ada lagi setelah sore hari. Dan saya yakin Anda akan sangat menikmati sehingga betah untuk berlama-lama disini. Tidak percaya? Buktikan sendiri.
Deskripsi: Pantai Krakal bisa Anda kunjungi dalam waktu kurang lebih 2 jam dari Jogja kota, tempat ini juga untuk berselancar para surfer.