Melihat Kerumunan Monyet di Sangeh

Advertisement

Ads

Melihat Kerumunan Monyet di Sangeh

SAKERA MEDIA
Rabu, 19 November 2014


eMadura.com - Bali memiliki sebuah obyek wisata yang unik untuk dikunjungi. Jika biasanya Anda melihat monyet di kebun binatang dengan batasan pagar atau kandang, di obyek wisata bernama Sangeh ini Anda bisa lebih dekat dengan sekelompok monyet yang berkeliaran di sekitar obyek wisata.

Sangeh merupakan sebuah obyek wisata di Bali yang letaknya berada di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Bukan hanya di tempat wisatanya saja, tetapi Desa Sangeh memang terkenal dengan monyet atau beruk yang bisa berkeliaran dengan bebas di sebuah hutan. Monyet tersebut juga dikeramatkan oleh penduduk Desa Sangeh.

Di tengah hutan tempat di mana monyet-monyet tersebut berkeliaran, terdapat sebuah pura bernama Pura Bikit Sari. Menurut cerita masyarakat setempat, konon monyet-monyet di Sangeh memiliki raja, loh. Dan bukan hanya satu, kabarnya di situ terdapat tiga wilayah kerajaan monyet.

Selain sebagai obyek wisata, hutan di mana monyet-monyet tersebut berkeliaran juga menjadi kawasan hutan lindung yang luasnya mencapai 14 hektar. Di hutan tersebut juga terdapat sebuah pohon besar yang tingginya mencapai 50 meter. Kabarnya di pohon setinggi 50 meter tersebut menjadi tempat tinggal bagi 700 kera abu-abu.

Tiket masuk lokasi wisata Sangeh ini juga tidak mahal. Anda hanya dikenai biaya sebesar Rp 5.000,- saja untuk bisa berkeliling di dalam hutan. Sebelum Anda memasuki kawasan hutan, ada beberapa peringatan yang dituliskan di papan besar. Di sana dituliskan beberapa peraturan sebelum masuk ke hutan, diantaranya harus berpakaian sopan, berhati-hati membawa barang bawaan karena bisa saja direbut oleh kera, dan tidak diperbolehkan mengganggu kera yang ada di sana.

Jika Anda ingin perjalanan Anda menyusuri hutan lebih asyik, Anda bisa membeli kacang atau makanan kecil di sekitar lokasi parkir kendaraan untuk diberikan kepada kera. Pada pintu gerbang Anda akan disambut oleh patung raksasa yang berwujud ksatria. Patung tersebut adalah Kumbakarna yang sedang dikeroyok oleh kera. Selain patung raksasa, di sekitar patung tersebut juga terdapat beberapa patung singa. Setelah itu barulah Anda akan melewati pintu gerbang menuju hutan pala.

Setela masuk pintu gerbang Anda akan menelusuri jalan sepanjang kurang lebih 200-an meter yang di sisi kanan dan kirinya dipagari dengan tembok dan batuan yang disusun tak beraturan. Di dalam hutan tersebut Anda juga akan menemukan pura yang ukurannya tidak terlalu kecil dan pura yang ukurannya lebih besar.

Nah, ini adalah bagian teruniknya. Setelah melakukan perjalanan beberapa ratus meter, Anda akan menemukan sebuah pohon yang sangat unik. Pohon pala raksasa yang sangat dikeramatkan oleh masyarakat sekitar ini diberi nama Pohon Lanang Wadon. Lanang Wadon berasal dari bahasa Jawa yang berarti Laki-Perempuan. Mengapa bisa demikian? Jika Anda melihat pohon ini dari satu sisi pohon ini akan terlihat memiliki bagian seperti kelamin pria. Sedangkan jika dilihat dari sisi lainnya, akan terlihat seperti kelamin wanita. Setelah itu Anda akan melewati jalan memutar menuju ke pintu depan lagi setelah melewati toko-toko yang menjual berbagai suvenir khas Sangeh.



Author : Bagas Dharma
Foto : (c) Bagas Dharma/EMC