Madura Pasca 5 Tahun Usia Suramadu

Advertisement

Ads

Madura Pasca 5 Tahun Usia Suramadu

Jumat, 14 November 2014


eMadura.com - Sudah 5 tahun lebih ya jembatan Suramadu diresmikan. Sejak 10 Juni 2009 lalu, jembatan ini menjadi jembatan kebanggaan masyarakat Surabaya dan Madura.Tapi hingga detik ini, jembatan itu seperti hanya menjadi kebanggaan.

Jembatan yang dipercaya akan mengangkat dengan cepat ekonomi masyarakat Madura menjadi lebih baik. Jembatan yang dipercaya memberikan harapan besar bagi masyarakat Madura yang masih miskin.

Tapi nyatanya, Suramadu belum bisa membuktikan itu. Yang ada, masyarakat Madura justru seakan kehilangan identitas kemaduraannya. Kenapa bisa demikian ? Masyarakat semakin tidak sabar untuk cepat kaya. Pemuda semakin gengsi untuk menjadi seorang petani hebat sekali pun. Dan bahkan mereka lebih memilih untuk menjadi kuli di negeri orang.

Harapan meningkatnya kesempatan kerja di Madura seperti hanya tinggal harapan. Orang yang berpendidikan bukan semakin terdidik, tetapi semakin arogan. Kalau ada tetangga yang mampu membeli sesuatu, rasa iri semakin merajalela.


Apalagi sejak diresmikannya jembatan Suramadu, Madura seperti hanya menjadi objek eksploitasi minyak berikutnya. Dan sepertinya jika masyarakat Madura tidak segera bergerak, nasib pulau Madura akan sama seperti nasib Pulau Batam, Belitong, dan Papua.
Jadi, menggantungkan harapan pada Suramadu bukan jamannya lagi. Suramadu hanya benda mati yang hanya digunakan untuk memperlancar transportasi Jawa-Madura. Atau paling hebatnya, hanya memperlancar proses eksploitasi minyak di pulau Madura.

Menggantungkan harapan itu kepada Tuhan dan usaha keras. Seperti yang telah dilakukan para pendahulu masyarakat Madura. Meski mereka tidak pandai, mereka mampu bertahan dan enggan meninggalkan pulau Madura yang asin dan panas. So, sudah saatnya masyarakat Madura bekerja lebih semangat lagi, lebih keras lagi. Hindari keinginan yang serba instan. Apalagi hanya menjadi kuli di negeri orang.



Author : Unzilatur R
Foto : (c) Unzilatur/EMC