Kerajinan Gerabah Kasongan: Tempat Wisata Kerajinan Paling Antik di Kasongan

Advertisement

Ads

Kerajinan Gerabah Kasongan: Tempat Wisata Kerajinan Paling Antik di Kasongan

SAKERA MEDIA
Jumat, 28 November 2014


eMadura.com - Kota wisata yang menawarkan aneka ragam budaya dan warisan nenek moyang, julukan ini sangat tepat bagi kota Yogyakarta. Hal inilah yang membuat saya semakin tertarik dan selalu penasaran untuk berkunjung ke Yogyakarta. Kali ini, saya tidak akan menceritakan keindahan Pantai Parangtritis ataupun tempat wisata yang ada di Kota Yogyakarta melainkan menceritakan wisata kerajinan di Yogyakarta yaitu Kerajinan Gerabah Kasongan. Saya menemui salah satu wisata kerajinan Yogyakarta ini di sebuah Desa yang bernama Desa Bangunjiwo, jika dari arah Bantul Yogyakarta kira-kira berjarak 4 km.

Saya meluncur menuju lokasi ini dari pusat kota hanya dalam waktu 20 menit. Setelah memasuki kawasan wisata di Desa Kasongan ini, saya disambut dengan gerbang masuk menuju Desa Kasongan tersebut. Pasalnya, kerajinan Gerabah Kasongan ini memang terkenal sudah sejak lama. Ketika saya berkunjung ke Desa Bangunjiwo, saya menjumpai banyak pengrajin yang sedang mengerjakan produk kerajinan gerabah ini yang tak lain adalah penduduk setempat di desa ini. Padahal, saat terjadinya gempa Yogya 8 tahun yang lalu sempat memporak-porandakan semua kerajinan gerabah yang ada di wilayah ini. Namun tak butuh waktu lama, kini kerajinan gerabah kembali hadir dan para penduduk setempat pun tidak pernah pantang mundur untuk selalu menciptakan sebuah kerajinan tangan gerabah yang sempurna.

Kerajinan gerabah yang dibuat tak lain terbuat dari tanah lempung maupun tanah liat. Hal inilah yang membuat para wisatawan semakin tertarik mengunjungi desa Kasongan ini untuk membeli aneka macam produk kerajinan gerabah. Jika kita runtut sejarahnya, pasalnya kawasan daerah Kasongan adalah sebuah wilayah tempat tinggal para kundi yaitu kumpulan orang-orang yang menciptakan sejenis kuali, gendu, buyung dan peralatan dapur atau hiasan lainnya. Karena itulah, akhirnya budaya membuat kerajinan gerabah ini dilakukan secara turun temurun. Sehingga wisatawan yang berwisata ke daerah ini dapat menjumpai sejumlah galeri gerabah di sini.

Saya pun akhirnya tertarik untuk melihat-lihat koleksi di salah satu galeri gerabah yang ada di wilayah Kasongan. Saya melihat berbagai macam motif keramik atau gerabah seperti naga, burung merak, harimau dan bunga mawar. Selain bisa melihat berbagai macam produk yang sudah jadi, saya juga bisa melihat bagaimana teknik pembuatan keramik tersebut secara langsung. Proses pembuatan gerabah ini mulai dari teknik penggilingan lalu teknik pembentukan bahan-bahan, setelah itu produk dijemur hingga 4 harian. Setelah dijemur, lalu di bakar selanjutnya tahap finishing, produk diwarnai dengan cat genteng maupun cat tembok.

Saat berada di sana, saya selalu disambut ramah oleh penduduk yang ada di desa Kasongan juga oleh para pengrajin di galeri gerabah Kasongan.  Selain itu, harga gerabah yang ditawarkan juga bervariasi dengan harga yang sangat murah, seperti vas bunga yang berukuran kecil berharga Rp. 3000, vas bunga yang berukuran besar dihargai Rp 17.500. Galeri ini dibuka pada jam 8 pagi sampai jam 5 sore.

Deskripsi: Kerajinan gerabah Kasongan yang ada di Yogyakarta menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berwisata ke Yogyakarta.



Author : Ahmad
Foto : (c) Ahmad/EMC