Jalan Malioboro: Jalan Kenangan Berwisata Ke Yogyakarta

Advertisement

Ads

Jalan Malioboro: Jalan Kenangan Berwisata Ke Yogyakarta

Aminullah
Jumat, 28 November 2014


eMadura.com - Jika berbicara mengenai tempat wisata, hal yang paling saya rindukan adalah pergi ke Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro. Yogyakarta merupakan salah satu kota yang menampung banyak tempat-tempat wisata menarik. Seperti halnya Malioboro sebagai salah satu tempat wisata yang tak kalah menarik, dan membuat saya semakin merindukan pergi ke tempat ini. Suasana di kota Gudeg memang terbilang cukup ramai dengan para pelancong baik yang berasal dari lokal maupun mancanegara, terutama di Jalan Malioboro ini. Jalan Malioboro merupakan jalan yang terbentang antara Kantor Pos Yogyakarta hingga Tugu Yogyakarta dengan panjang yang membentang sampai 2,5 km.

Hal yang paling membuat saya merindukan Jalan Malioboro ini adalah karena jalan ini bisa disebut juga sebagai titik yang dapat menghubungkan saya ke beberapa tempat wisata menarik, seperti Keraton Yogyakarta, Gunung Merapi, dan Pantai Parangtritis. Kota Yogya memang tak hanya menawarkan tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi untuk menyegarkan mata dan otak saja. Akan tetapi, saya juga bisa mempelajari aneka budaya yang ada di kota Yogyakarta. Saya bisa mempelajari beraneka ragam mengenai sejarah kerajaan di Yogyakarta, hal inilah yang membuat saya selalu ingin kembali berwisata ke Yogyakarta.

Konon, jalan Malioboro ini jarang di lalui orang-orang yang berlalu lalang sekalipun ada mereka adalah warga yang akan berkunjung ke Benteng Vredeberg, pasar Beringharjo dan Keraton. Saya pernah menyusuri sepanjang jalan Malioboro dengan memakai transportasi becak bersama teman-teman saat pergi study tour ke Yogya. Di sepanjang jalan inilah ada berbagai macam oleh-oleh khas kota Yogyakarta yang dijajakan para pedagang di sekitar Malioboro. Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk berhenti di salah satu toko yang ada di jalan Malioboro tersebut. Nah, di sanalah kami menemukan aneka macam souvenir seperti batik, kaos, kerajinan tangan, sandal. Sementara di toko lainnya saya menemukan jajanan kuliner khas Yogyakarta, yaitu yangko dan bakpia patok.

Saya bersama teman-teman pun memutuskan untuk mencoba jajanan di pedagang kaki lima yang ada disekitar jalan Malioboro. Kami menikmati sajian nasi gudeg khas Yogya yang sangat lezat dan dilengkapi dengan segarnya es dawet manis dengan rasa yang sangat gurih karena paduan antara santan kental dan gula merah yang sangat enak. Setelah menikmati santapan siang di pedagang kaki lima, kami memutuskan untuk pergi ke keraton Yogya dan berkeliling di sekitar keraton. Di Keraton Yogya ini saya bisa menikmati aneka ragam wisata budaya dan sejarah yang menawarkan museum dengan berbagai koleksi warisan budaya Yogya.

Arsitektur bangunan yang diterapkan di Keraton Yogya ini layaknya istana budaya yang didalamnya terdapat beberapa peninggalan sejarah, seperti gamelan, keris, alat musik kuno dan lain sebagainya. Untuk melengkapi wisata kami di Yogya, saya bersama teman-teman pun memutuskan untuk berfoto-foto di depan Keraton Yogya untuk mengabadikan kebersamaan kami di Yogya.
Deskripsi: Jalan Malioboro merupakan salah satu magnet utama para pelancong yang pergi ke Yogya untuk menikmati perjalanan wisata yang menarik.



Author : Ahmad
Foto : (c) Ahmad/EMC