Hujan Turun, Saatnya Bercocok Tanam

Advertisement

Ads

Hujan Turun, Saatnya Bercocok Tanam

Jumat, 21 November 2014



eMadura.com - Hujan merupakan berkah yang sangat ditunggu-tunggu. Sebab hujan membuat bumi yang awalnya gersang menjadi kembali hijau. Tak terkecuali bagi masyarakat Madura. Hujan menjadi start untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang telah lama mati. Bercocok tanam merupakan pekerjaan mayoritas masyarakat Madura. Baik itu di lahan sawah atau tegalan. Komoditi tanaman pun beragam. Ada cabe, jagung, dan padi.


Setelah hujan turun, dan hujan dikira sudah cukup menyerap ke tanah, petani jagung yang biasanya memanfaatkan lahan tegalan langsung menanam jagung. Dalam bahasa Madura biasanya disebut atajhuh. Sedangkan sebelum turun hujan, biasanya petani cabe sudah menabur benih. Sehingga saat tanaman jagung yang ditanam setelah hujan turun sudah tumbuh, benih cabe tinggal dipindahkan ke lahan.

Berbeda dengan petani jagung, petani padi biasanya baru menabur benih saat hujan mulai turun. Dan menunggu curah hujan normal untuk mulai menanam. Karena padi membutuhkan lebih banyak air dibandingkan jagung.

Jika jagung, padi, atau jenis tanaman lainnya sudah tumbuh dengan sehat, maka proses selanjutnya adalah memberi pupuk dan menyiangi rumput liar. Kalau tidak disiangi, rumput liar akan turut memakan makanan tanaman dari pupuk.



Author : Unzilatur R
Foto : (c) Ahmad/EMC