Gua Pindul Bukan Sekedar Gua

Advertisement

Ads

Gua Pindul Bukan Sekedar Gua

Aminullah
Jumat, 28 November 2014


Gua yang terletak di Bejiharjo Karangmojo ini memberikan sensasi lain bagi saya. Sebelumnya saya tidak terlalu suka dengan caving, setelah pengalaman pertama kali saya di Gua Selarong. Saya lupa berapa lama, tapi sepertinya lebih dari dua jam. Karena menurut saya lama sekali. Seram, sesak nafas, dan pengalaman teman tersengat kalajengking hingga hampir pingsan membuat saya seperti trauma. Apalagi kalau terbayang rasa capeknya, benar-benar tidak ingin saya ulang rasanya. Namun setelah mendengar sensasi seru Gua Pindul, rasa penasaran saya tak tertahankan untuk mencoba mengunjunginya.
Dengan membayar Rp35.000/orang dan saya pun mendapatkan ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet, dan head lamp. Dari uang yang kita keluarkan ini, kita juga akan mendapatkan asuransi dan tentu saja jasa pemandu. Kalau biasanya kita hanya caving saja, gua ini mengajak saya untuk cave tubing. Awalnya saya juga tidak tahu apa itu cave tubing, tapi setelah saya tanya sana-sini akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Cave tubing ternyata adalah perpaduan antara aktifitas body rating dan caving. Petualangan ini bisa kita tempuh selama 45-60 menit.
Saya bersama wisatawan yang lain dan juga pemandu tentunya menyusuri sungai dalam kegelapan perut bumi yang panjangnya kurang lebih 300m. Rasa deg-degan menyelimuti, karena saya telah tersugesti bahwa ditempat gelap akan sesak nafas, selain itu saya tidak pandai berenang. Namun saya terus berjalan dengan ban pelampung, dan mencoba menenangkan diri mengingat kembali kata pemandu bahwa aktifitas ini tidak diperlukan persiapan khusus.
Aliran sungai dalam tanah ini sangat tenang, menurut pemandu bahkan anak-anak bisa mengikuti cave tubing ini. Saya mulai menyusuri gua dari pukul sembilan kurang 5 menit. Menurut sang pemandu, ini adalah waktu yang bagus. Namun saya belum menemukan apa bagusnya, namun ketika masuk gua dan melihat sinar mentari yang masuk melalui celah besar yang ada di atap Gua Pindul, disitu saya baru menyadari keindahannya. Mengingatkan saya pada salah satu iklan rokok yang memperlihatkan aktifitas didalam Gua. Saya tidak pernah merasakan air yang sedingin ini di luar sana, kecuali di gunung.
Dengan kaki yang terus berjalan, saya mendengarkan pemandu menjelaskan berbagai ornamen yang sangat menakjubkan. Di gua ini saya bisa melihat batu kristal dan juga moon milk yang menghiasi gua dengan elegan. Selain itu ornamen yang pasti ada didalam gua seperti stalagmit dan stalagmit bisa saya lihat disana. Namun yang paling membuat saya tercengang adalah tiang penyangga Gua yang sangat besar itu, kata pemandu adalah terbentuk dari stalagmit dan stalagtit yang usianya mencapai ribuan tahun. Pada sebuah kolam besar, kami beristirahat sejenak. Beberapa dari kami berenang dan terjun sehingga menimbulkan suara yang berdebum dan bergema. Cave tubing ini berakhir, dan kami disambut oleh bendungan tua bernama bendungan Banyumoto.
Deskripsi: Gua Pindul yang sarat dengan cerita mistis ini memperkenalkan kita dengan aktifitas cave tubing yang sangat jarang bisa ditemukan di gua lain.