Kamratan, Pengingat Sekaligus Pengikat

Advertisement

Ads

Kamratan, Pengingat Sekaligus Pengikat

Unzilatur Rahmah
Minggu, 09 November 2014

eMadura.com - Salah satu tradisi keagamaan yang masih cukup kuat bertahan di Madura daerah pedesaan adalah Kamratan. Ada juga sebagian daerah yang menyebutnya Kompolan, dan ada lagi Koloman. Kamratan merupakan kegiatan berkumpulnya masyarakat, tahlil dan berdo’a bersama, lalu makan bersama. 

Kamratan biasanya diselenggarakan berpindah-pindah ke rumah masing-masing anggotanya. Hampir sama dengan arisan. Hanya saja diisi dengan tahlil dan do’a. Bukan ngerumpi seperti arisan yang dilakukan ibu-ibu.  Kamratan ini jenisnya beragam. Ada kamratan khusus ibu-ibu, ada untuk bapak-bapak. Berdasarkan waktu pelaksanaanya, ada Kamrat Jum’atan, Ahad Manis, Mingguan, setengah bulanan, dan ada Kamrat Bulanan.

Format acaranya biasanya dimulai dengan pembacaan Surat Yaasin bersama setelah sebelumnya diawali dengan Ummul Qur’an. Lalu dilanjutkan dengan tahlil. Usai tahlil, ditutup dengan do’a dan biasanya ada sedikit wejengan dari sesepuh Kamrat, yang merupakan kiayi atau ustadz masyarakat setempat. Dia biasanya juga yang sekaligus ditunjuk masyarakat sebagai ketua Kamrat. Dan acara diakhiri dengan makan sajian dari keluarga anggota yang sedang menyelenggarakan Kamrat.

Setelah itu, biasanya dilanjutkan dengan pengumpulan infaq. Infaq dalam kamratan biasanya ditentukan. Besarnya beragam, dari Rp.1000 hingga Rp.5000. Hasil infaq biasanya dibelikan peralatan pengurusan janazah. Seperti batu bata besar, kain kafan, kapas, dan sebagainya. Sehingga kalau ada anggota Kamrat yang mendapat musibah salah satu keluarganya meninggal, tidak perlu membeli peralatan pengurusan jenazah. Namun ada juga infaq yang dimanfaatkan ke hal lain. Tergantung kesepakatan dari semua anggota. 

Pembacaan Tahlil, Yaasin, do’a dan makan bersama merupakan bentuk pengingat masyarakat bahwa aktivitas ibadah bukan hanya shalat. Ada dzikir, saling berbagi, dan saling membantu sesama. Sedangkan berkumpulnya masyarakat dalam Kamratan, menjadi pengikat silaturrami. Sehingga rasa persaudaraan antar anggota masyarakat setempat semakin erat.




Author : Unzilatur R
Foto :