Yang Menarik dari Orang Madura

Advertisement

Ads

Yang Menarik dari Orang Madura

Rabu, 15 Oktober 2014

al-amin prenduan

eMadura.com - Kalau Anda masih saja hanya melihat orang Madura sebagai orang dengan watak keras dan identik dengan carok itu sebenarnya termakan oleh stereotype. Yang namanya stereotype, memang kebenaran, tapi tidak bersifat mutlak. Memang, ada sisi-sisi dimana orang Madura bisa bersikap keras dan kasar, namun itu pada aspek-aspek tertentu. Masa’ iya istri Anda diganggu laki-laki lain, Anda tidak marah dan marah-marah. Kalau tidak begitu, berarti naluri Anda sebagai laki-laki perlu dipertanyakan.

Nah, biar tidak selalu menempatkan orang Madura di kasta yang lebih rendah dalam kehidupan sosial, Anda perlu tahu nih, hal-hal menarik dari orang Madura.
1.      Jiwa persaudaraan sesama orang Madura ataupun ke orang dari luar Madura sangat kental. Kalau asli penduduk Madura (bukan pendatang), biasanya akan membantu setiap kerepotan tetangganya. Misal ada orang meninggal, ada tetangga membangun rumah, orang Madura tulen akan hadir di deretan paling depan. Atau kalau ingin bukti, lihatlah orang Madura yang ada di perantauan. Ketika mereka bertemu dengan orang sesama perantau dari Madura, jiwa persaudaraannya kian tumbuh. Misal, seorang tukang sate bertemu mahasiswa asal Madura, dijamin deh, dia akan dikasih sate cuma-cuma. Lain cerita kalau penjual satenya termasuk kategori pelit. Bagi yang bukan orang Madura juga bisa membuktikan, syarat utamanya, hafal sedikit saja wilayah Madura, dan yang terpenting, bisa berbahasa Madura.
2.      Paras orang Madura dikenal celleng seddhe’. Seddhe’ maksudnya setiap orang memiliki karakter kecantikan atau kegantengan yang berbeda. Ada daya tariknya tersendiri. Warna kulit yang sawo matang menjadi alasan utama paras orang Madura dijuluki celleng seddhe’.
 
3.      Paham tingkatan bahasa. Bahasa Madura juga terdapat tingkatannya loh, bukan cuma bahasa jawa. Tingkatan yang paling halus adalah ènggi-bhunten, tingkatan kedua ènggi-enten, dan tingkatan ketiga enje’-iyeh. Orang Madura yang tidak terbiasa menggunakan bahasa ènggi-bhunten, tidak akan sok-sokan berbicara dengan kalangan kiayi yang terbiasa menggunakan bahasa ènggi-bhunten. Kalau pun harus ada komunikasi dengan kalangan Kiayi, biasanya akan melewati orang yang sudah terbiasa menggunakan bahasa ènggi-bhunten, semisal santri. Penggunaan bahasa Madura juga bermacam-macam di masing-masing kabupaten, namun satu sama lain sama-sama paham. Misal, ‘kamu’ kalau di Sumenep itu ‘be’na’, di Pamekasan ‘be’en’, di Sampang ‘kakeh’, dan di Bangkalan ‘hèdeh’.

Sebenarnya masih banyak hal-hal menarik dari orang Madura yang perlu kita ketahui bersama. Agar stereotype yang berkembang di masyarakat luar mampu kita tepis jauh-jauh. Namun yang terpenting, orang Madura tidak sekeras apa dikatakan orang luar. Orang Maduraramah, suka menolong, dan pastinya juga bisa berkarya seperti penduduk suku lainnya.



Author : Unzilatur R
Gambar : Google Maps