PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Peninggalan masa Sebelum Kemerdekaan

Advertisement

Ads

PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Peninggalan masa Sebelum Kemerdekaan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Pondok pesantren besar di Pamekasan, bahkan di Madura ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1943 M/ 1363 H oleh KH. Abd. Majid Bin Abd. Hamid. Sudah tua banget ya…Pendirinya saja sudah wafat.

Dengan usia yang setua itu, PP. Mambaul Ulum Bata-Bata sudah tersohor hingga ke pelosok negeri. Alumninya pun sudah tersebar di berbagai daerah.
Sebelum pondok pesantren banyak menggunakan sistem pendidikan integratif, PP. Mambaul Ulum Bata-Bata masih menyelenggarakan pendidikan full agama. Pada tahun 1956-1986, di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata sudah ada kelas Tsanawiyah dan Aliyah. Tapi semuanya masih masuk sore. Sehingga disebut sekolah diniyah.
Nah setelah itu baru deh pondok pesantren yang satu ini bermetamorfosis. Pada tahun 1989 berdirilah lembaga pendidikan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairat. Pada tahun 1997, lembagai ini kemudian mengembangkan diri menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat.
Lembaga pendidikan ini sebenarnya berafiliasi dengan beberapa pondok pesantren, bukan Cuma PP. Mambaul Ulum Bata-Bata. Namun berada dalam satu naungan yayasan, yakni yayasan Al-Khairat. Pondok pesantren yang berafiliasi tersebut antara lain PP. Banyuanyar, PP. Beringin, PP. Air Baru, PP. Gunungsari, PP. Nyalaran, dan beberapa pondok pesantren lainnya.

Di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata selain menawarkan program pendidikan terintegratif, juga menyediakan wadah penguasaan bilingual; Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Wadah kreatifitas santri pun tak kalah dibandingkan dengan pondok pesantren besar lainnya. Hanya saja memang lebih mengutamakan penguasaan terhadap ilmu-ilmu keagamaan dari kitab-kitab salaf.


Author : Unzilatur R
Foto : Saiful/EMC