Mengenal Penyakit Saben, Step Menurut Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Mengenal Penyakit Saben, Step Menurut Masyarakat Madura

Senin, 27 Oktober 2014

eMadura.com - Saben (sawan) merupakan salah satu penyakit yang menyerang balita usia 3 bulan sampai 5 tahun. Dalam ilmu kedokteran dikenal dengan penyakit step pada bayi. Bagi masyarakat Madura, penyakit ini sudah jauh dikenal sebelum ilmu kedokteran secanggih sekarang. Namanya penyakit saben.

Penyakit saben ditandai dengan gejala kejang-kejang disertai demam, mata melihat ke arah atas, ketika menangis berlebihan disertai kaki tangan yang kejang, gigi rapat, mulut berbusa dan muntah. Dalam keadaan parah, anak yang sedang kejang diikuti buang air besar dan kecil, berhenti bernafas sejenak, hingga tak sadarkan diri.

Penyebabnya ialah kontraksi otot yang berlebihan dan tidak bisa dikendalikan. Kontraksi otot ini bisa disebabkan oleh demam tinggi, atau penyakit lain yang dapat menimbulkan demam hingga 39ºC.

Bagi masyarakat Madura, mengobati penyakit saben, bermacam-macam cara. Ada yang terkesan mistis, dengan mengikatkan bunga di bahu balita yang diambil dari pengatin. Ada yang memberinya minum dari tulang kambing yang dibakar. Namun, bagi saya itu belum bisa dijelaskan secara ilmiyah atau logika. 

Namun, ada pengobatan ala masyarakat Madura yang cukup masuk akal. Yakni dengan sering memijat bayi pada tukang pijat saben. Spesialis pijat saben ini barangkali dianugerahi keahlian khusus oleh Tuhan sehingga tahu bagian-bagian tubuh mana saja yang harus dipijat. Balita yang sring dipijat biasa, atau dipijat saben, biasanya meskipun mengalami gejala saben, tidak separah yang tidak dipijat. Karena kotraksi otot yang terjadi saat bayi demam, menurut masyarakat Madura disebabkan bayi terlalu banyak bergerak, sehingga otot pun gherre. Pijat adalah cara untuk melemaskan otot balita kembali.